Popular Post

Posted by : Ran Amatsu Minggu, 17 Februari 2013










Secara resmi dikenal di belahan bumi Utara sebagai Aurora Borealis, Aurora Borealis merupakan fenomena alam yang menampilkan menampilkan cahaya indah di atas Bumi. Pada tahun 1621, seorang ilmuwan Perancis, Pierre Gassendi, melihat cahaya di utara dan menamainya dewi Romawi fajar, Aurora. Dia menambahkan kata "Borealis" untuk dewa Romawi dari angin utara, Boreas. Di belahan bumi selatan, mereka disebut Aurora Australis, yang berarti "Selatan." Cahaya tersebut biasanya terlihat setelah senja di dekat kedua kutub. Meskipun mereka terlihat elegan dan tenang, aurora terbentuk  dari jutaan ledakan energi magnetik.


Aurora tersebut adalah bentuk dari cuaca intensif ruang angkasa, akibat dari atmosfer yang melindungi bumi terhadap partikel surya yang kalau tidak akan membuat planet kita tertembus. Jutaan dan jutaan partikel bermuatan listrik dalam angin matahari membasahi bumi dan gas menabrak lapisan atmosfer atas. Energi dari setiap tabrakan dilepaskan sebagai foton - partikel cahaya. Hal ini menyebabkan partikel menyala. Aurora  biasanya terlihat di kutub karena medan magnet bumi syphons berada di daerah ini.



Aurora yang paling sering terjadi antara bulan September dan Oktober (musim gugur) dan kemudian terjadi lagi antara Maret dan April (musim semi) karena kemiringan bumi dalam kaitannya dengan matahari. Mereka kadang-kadang juga terlihat di musim dingin. Ketika kegelapan menyusul langit, Aurora berdiri lebih terang dan dapat dilihat lagi.



By : Zen
Quote : discovery.com

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 ZenSenpai - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -